Ada Anak 13 Tahun Surati Ibunda Jokowi dan Minta Agar Ayahnya Dibebaskan dari Penjara

Ada Anak 13 Tahun Surati Ibunda Jokowi dan Minta Agar Ayahnya Dibebaskan dari Penjara

  28 May 2017   , ,

Sejak pertengahan tahun 2017 kemarin, warga yang berasal dari 3 desa di Kecamatan Ngunter, Sukoharjo, Jawa Tengah tiap hari harus mencium bau busuk yang sangat menyengat karena limbah yang berasal dari PT Rayon Utama Makmur (RUM).

Sempat beberapa kali perwakilan dari ketiga desa tersebut meflaporkan hal itu ke pihak perusahaan agar ada tindakan lebih lanjut. Pihak RUM sendiri juga mengakui bahwa ada masalah pada sistem pengolahan limbah mereka.

Warga dari ketiga desa tersebut tidak memiliki niatan untuk memaksa pabrik pembuatan rayon atau serat tekstil sintesis tersebut tutup, hanya saja mereka ingin agar produksi dihentikan terlebih dahulu sampai masalah bau limbah dan kebisingan dapat diatasi.

Dikarenakan tidak ada itikad yang benar-benar baik dan serius dari pihak RUM, maka membuat banyak warga serta aktivis lingkungan mulai gerah dan melakukan demonstrasi dan berujung pada aksi anarkis. Bahkan sempat terjadi ‘perang’ antara warga dan aktivis melawan pihak kepolisian dan aparat pengamanan RUM.

Walaupun pada akhirnya RUM ditutup pada bulan Februari 2018 kemarin dengan dikeluarkannya surat pernyataan dari Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, namun masih menyisakan hal yang menyedihkan untuk beberapa orang yang dijemput paksa oleh pihak kepolisian karena dianggap menjadi aktor perusakan dan terlibat dalam pelanggaran UU ITE.

Ada 4 orang aktivis yang ditahan dan sudah dijatuhi hukuman penjara setelah disidangkan sebelumnya. Ke-4 orang tersebut adalah Brilian dari Desa Juron, Sukoharjo dan Danang dari Ngunter, Bambang Wahyudi yang merupakan warga Perum Bulakrejo dan Sukemi dari Desa Celep.

Ada Anak 13 Tahun Surati Ibunda Jokowi dan Minta Agar Ayahnya Dibebaskan dari Penjara

Anak sulung Sukemi membuat surat untuk ibunda Joko Widodo

Terkait dengan hal tersebut, baru-baru ini ada satu berita viral di mana anak salah satu aktivis yang kini mendekam di penjara Kedungpane, Semarang, menuliskan surat untuk ditujukan kepada ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi. Surat tersebut berisikan permohonan dari sang anak agar ayahnya, Sukemi, dibebaskan dari penjara.

Dalam surat yang ditulis oleh anak sulung Sukemi bernama Genta (13) itu menceritakan bahwa sejak ayahnya ditahan, maka ibunya, Veny Ike Anjarwati, harus menjadi kepala sekaligus tulang punggung keluarga. Genta juga mengatakan bahwa ibunya seorang diri bekerja keras untuk menghidupi dia dan 2 adiknya yang masih kecil.

Genta juga mengatakan bahwa ayahnya bukan seorang jahat yang layak untuk dipenjara. Bahkan menurut Veny sendiri, ada keanehan kenapa suaminya ditahan padahal dia tidak ikut dalam pengrusakan PT RUM itu.

Setelah Genta menuliskan surat menggunakan tulisan tangannya sendiri tersebut, kemudian Veny berjalan kaki akan menyerahkannya langsung ke Sudjiatmi dengan berjalan kaki dari Sukoharjo menuju Surakarta.

Selama dalam perjalanan menuju rumah ibunda Jokowi tersebut, Veny yang juga bersama dengan beberapa orang dari kelompok aktivis Sukoharjo Melawan Racun atau SAMAR dan anggota keluarga dari orang-orang yang ditahan tersebut, ada pencegatan yang dilakukan oleh polisi beberapa kali.

Sayangnya, setelah melakukan usaha yang cukup melelahkan itu, Veny belum mengetahui kabar dari suratnya tersebut karena ketika memasuki Surakarta, dia dan rombongan dihentikan oleh pihak kepolisian dan akhirnya surat tersebut dititipkannya kepada salah seorang personel Intelkom polresta Surakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *