Banyak Dapat Penolakan dan Perlawan, Akankah Neno Bakal Ngotot Deklarasikan #2019GantiPresiden?

Banyak Dapat Penolakan dan Perlawan, Akankah Neno Bakal Ngotot Deklarasikan #2019GantiPresiden?

Setelah sempat sukses menggelar deklarasi tagar #2019GantiPresiden di depan Masjid Raya, Medan, pada akhir Juli 2018 kemarin, Neno Warisman ingin mengulangi lagi dengan bermaksud melakukan hal sama di Batam.

Sayangnya, belum juga menggelar deklarasi tersebut dan baru berada di dalam bandara, Neno dan beberapa orang yang datang bersamanya ditolak warga Batam. Bahkan Neno sempat tertahan selama8 jam lamanya di dalam bandara sebelum akhirnya dapat kembali ke Jakarta/

Gagal deklarasi di Batam, Neno kemudian mengganti jadwal dan tempatnya untuk melakukan deklarasi tersebut di Bandung. Namun sayangnya kembali Neno mendapatkan penolakan dari kelompok yang mengatasnamakan diri mereka Massa Forum Pasundan.

Tidak hanya di Bandung saja, ketika akan menggelar hal yang sama di Alun-alun Barat di Serang, Banten, Pemerintah Kota (Pemkot) Banten menolak memberikan izin acara dengan alasan bahwa tempat tersebut akan digunakan sebagai jalur pawai obor Asian Games.

Dikarenakan hal itu, panitia penyelenggara langsung menggeser tempatnya ke parkiran Kenadziran Kasunyatan yang terletak di daerah Banten Lama. Namun sayangnya, setelah sempat percaya diri untuk menggelar deklarasi tersebut karena sudah mengantongi surat izin, namun kemudian para keturunan dari Sultan Maulana Yusuf mencabut sekaligus melarang digunakannya daerah parkiran Kenadziran Kasunyatan di Banten Lama untuk segala ajang politik, termasuk deklarasi tagar #2019GantiPresiden.

Bahkan masyarakat Cianjur juga sudah menegaskan bahwa akan memberikan penolakan jika Neno dan kelompok Ganti Presiden akan menggelar acara tersebut di daerah mereka setelah ditolak di Bandung, Serang dan Banten Lama.

Neno akan kembali menggelar deklarasi #2019gantipresiden

Seakan tidak terpengaruh akan penolakan di mana-mana, Neno kembali akan menggelar deklarasi #2019GantiPresiden di Makassar. Acara tersebut dijadwalkan bakal dihelat di depan Monumen Mandala di Jl Jenderal Sudirman pada hari Minggu (12/8). Namun belum juga terlaksana, kabarnya sekarang izin untuk menggelar keramaian yang akan mendatangkan banyak massa tersebut tidak diperbolehkan oleh pihak kepolisian setempat.

Bahkan kabarnya, Neno harus ‘dievakuasi’ untuk kembali naik ke kamar hotelnya di Horison Hotel ketika terjadi perdebatan sengit antara panitia penyelenggara dengan Direktur Intelkam Polda Sulsel Kombes Agus Rahendra dan Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar.

Bukan hanya tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian Makassar saja, PMII juga mengatakan akan memberikan ‘perlawanan’ jika Neno tetap berusaha merealisasikan acaranya tersebut di kota mereka. Belum diketahui apa yang akan dilakukan Neno selanjutkan atas penolakan yang terjadi tidak hanya sekali itu.

Sebelumnya, jauh dari aksi-aksi penolakan tersebut, Neno dan kelompoknya pernah berhasil menggelar demonstrasi dengan mengusung tagar #2019GantiPresiden di kota kelahiran Presiden Joko Widodo (Jokowi), Solo, tepatnya di dekat tempat bisnis miliki Gibran Rakabuming Raka atau putra sulung Jokowi, yaitu di Lapangan Kota Barat.

Terlepas dari penolakan Neno di mana-mana itu, nampaknya perang tagar antara #2019GantiPresiden dengan tagar-tagar yang mendukung pemerintahan Jokowi untuk dapat menjabat lagi sampai dua periode terus berbenturan sampai sekarang.

Tidak hanya secara langsung berupa deklarasi atau orasi di depan publik saja, tagar #2019GantiPresiden juga cukup masif diberondongkan ke masyarakat melalui media sosial, terutama via Facebook. Banyak grup atau fanspage yang menggunakan tagar tersebut untuk menandai aksi mereka sekaligus sebagai titik pusat penyatuan aksinya.

1 thought on “Banyak Dapat Penolakan dan Perlawan, Akankah Neno Bakal Ngotot Deklarasikan #2019GantiPresiden?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *