Kunjungan Prabowo dan Sandi ke Mekkah Guna Bertemu Rizieq dan Wacana Digelarnya Ijtimak II Ulama

Kunjungan Prabowo dan Sandi ke Mekkah Guna Bertemu Rizieq dan Wacana Digelarnya Ijtimak II Ulama

  19 Nov 2017   , , ,

Sebelum mendaftarkan diri ke KPU untuk menjadi capres di pilpres tahun 2019 mendatang, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo sempat dirumorkan akan berpasangan dengan sejumlah orang yang sebagian besar adalah seorang dai sampai ulama.

Untuk memastikan siapa tokoh yang harus dirangkul Prabowo sebagai wakilnya nanti, maka Gerakan Nasonal Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) menggelar Ijtimak Ulama dengan menghasilkan usulan bahwa Ustaz Abdul Somad dan Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Aljufri adalah 2 sosok yang tepat untuk mengisi posisi tersebut.

Sayangnya, justru sehari sebelum pendaftaran ditutup, Prabowo secara mengejutkan mengatakan bahwa cawapresnya nanti adalah mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Dengan terpilihnya Sandi sebagai cawapres, maka banyak orang yang kecewa dan menganggap bahwa Prabowo tidak taat kepada hasil keputusan Ijtimak Ulama.

Bahkan tidak sedikit dari orang-orang yang pernah ikut andil dalam gerakan massa saat melawan mantan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama, atau yang dikenal dengan sebutan Pesaudaraan Alumni 212 (PA 212), Presidium 212 sampai dengan orang-orang dari Front Pembela Islam (FPI) mengancam tidak akan lagi memberikan dukungan kepada mantan panglima Kopassus tersebut saat pilpres nanti.

Dikarenakan hal itu, ada kabar bahwa Prabowo dan Sandi berencana untuk berangkat ke Mekkah untuk menemui Ketua Umum FPI Rizieq Shihab. Akan tetapi sebelum bertemu langsung, ketiganya sudah sering berkomunikasi secara intens via telepon.

Rizieq meminta menggelar Ijtimak ulama II

Ada kabar lain bahwa Rizieq juga meminta agar digelar lagi Ijtimak Ulama II setelah hasil dari Ijtimak I tidak digunakan oleh Prabowo. Permintaan Rizieq tersebut dituliskannya langsung melalui akun Twitter pribadinya.

Dalam pernyataannya, Rizieq meminta kepada semua pihak yang terkait agar menggelar Ijtimak Ulama II sebagai bentuk dari perjuangan politik guna menjaga agama, negara dan bangsa dari semua hal yang tidak dikehendaki dan demi mendapatkan ridho dari Allah.

Terkait dengan permintaan Rizieq itu, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan bahwa Ijtimak II Ulama tersebut harus sesegera mungkin digelar, atau paling lambat pekan depan. Yusuf juga menjelaskan bahwa jika Ijtimak I Ulama untuk memilih cawapres yang pantas bersanding dengan Prabowo, di Ijtimak II Ulama ini lebih akan membahas masalah dukungan kepada Prabowo dan Sandi sebagai capres dan cawapres melawan pihak petahana Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin.

Yusuf juga mengatakan bahwa walaupun sempat kecewa karena hasil dari Ijtimak I Ulama tidak digunakan, namun menurutnya Sandi bukanlah sosok yang buruk untuk bersanding dengan Prabowo. Bahkan, masih menurutnya, Sandi sendiri pernah menjadi sosok yang direkomendasikan oleh para ulama saat Pilkada DKI Jakarta 2017 kemarin.

Jika Ijtimak II Ulama bakal digelar paling lambat pekan depan, belum diketahui jadwal penerbangan Prabowo dan Sandi untuk pergi ke Mekkah guna bertemu dengan Rizieq. Belum diketahui juga apa yang akan mereka bicarakan ketika bertemu nantinya. Hanya saja, ada anggapan bahwa kedatangan Prabowo dan Sandi ke Mekkah itu untuk meminta restu kepada Rizieq agar dapat memenangkan pilpres 2019 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *