Ratusan Nyawa Melayang di Palu, Donggala Masih Sulit untuk di Jangkau

Ratusan Nyawa Melayang di Palu, Donggala Masih Sulit untuk di Jangkau

  25 Oct 2018  

Sedikitnya 384 orang tewas, 29 hilang dan 540 terluka ketika tim penyelamat menyisir kota Palu yang porak poranda, Sulawesi Tengah, pada hari Sabtu, sehari setelah gempa bumi dan tsunami yang kuat melanda wilayah tersebut. sementara itu di daerah lain seperti Donggala masih sulit untuk dijangkau oleh para petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Gempa bumi yang dilanjutkan dengan tsunami itu menyebabkan banyak kehancuran pada fasilitas umum di Sulawesi Tengah.

Informasi yang didapatkan dari juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Mitigasi (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho pada konferensi pers pada hari Sabtu, menyatakan bahwa jumlah korban yang diperbarui menunjukkan bahwa 384 orang meninggal, 29 hilang dan 540 orang terluka. Donggala masih tidak dapat dijangkau karena komunikasi masih terputus. Sebuah tim telah dikirim ke kabupaten. Sutopo menambahkan bahwa jumlah korban kemungkinan akan meningkat karena tim penyelamat belum mencapai daerah lain yang terkena dampak.

Serangkaian gempa bumi menghantam Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah pada Jumat sore, salah satunya mencapai 7,4-magnitude pada Jumat pukul 6:02 sore. waktu lokal. Gempa terbesar diikuti oleh gelombang, yang tingginya 0,5 hingga 3 meter, di beberapa bagian pantai Donggala dan Pantai Talise di Palu. Sutopo mengatakan, gempa telah melumpuhkan tujuh pembangkit listrik milik perusahaan listrik negara PLN di Palu dan Donggala. Pada hari Sabtu pagi, perusahaan berhasil menyalakan dua dari mereka.

Pemadaman listrik mempengaruhi jaringan seluler di seluruh wilayah, sehingga sulit bagi orang untuk berkomunikasi atau agen untuk mengumpulkan informasi dari lapangan. Sutopo menyampaikan kepada media bahwa jaringan komunikasi di Donggala dan Palu serta daerah sekitarnya tidak berfungsi karena listrik padam. Ada 276 base station yang tidak bisa digunakan. Sutopo mengatakan memperbaiki jaringan listrik dan komunikasi harus menjadi prioritas sekarang, selain mengevakuasi orang.

Sutopo juga menyampaikan kepada media bahwa gempa bumi Jumat yang melanda Sulawesi Tengah lebih besar dari Lombok. Pada Lombok lalu itu dangkal, hanya pada kedalaman 10 kilometer. Selain itu, gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah ini diikuti oleh tsunami yang telah merusak daerah-daerah yang terletak di dekat dengan pantai. Menurut infromasi dari Sutopo anggota Badan Nasional Penanggulangan Bencana mempercayai bahwa jumlah korban akan meningkat.

Gempa juga menghancurkan pusat perbelanjaan terbesar di Palu bersama dengan jembatan Ponulele yang menghubungkan Barat dan Timur Donggala. Tsunami yang membanjiri bangunan di dekat pantai dan arena Pesona Palu Nomoni Festival, yang diadakan pada Jumat malam. Ratusan orang menghadiri acara tersebut, dan dari pihak BNPB masih belum memiliki berita tentang nasib mereka.