Sepakbola, Olahraga Paling Mematikan di Indonesia

Sepakbola, Olahraga Paling Mematikan di Indonesia

Kematian Haringa Sirila telah, sekali lagi, membuat hooliganisme sepakbola Indonesia menjadi sorotan, memaksa negara untuk merenungkan apakah itu pantas untuk sepak bola, olahraga populer yang telah menjadi hobi nasional meski ada sedikit prestasi di tingkat internasional. Suporter Persija Jakarta berusia 23 tahun itu dipukuli hingga tewas oleh sekelompok pendukung Persib Bandung sebelum pertandingan sepak bola antara Persib dan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu.

Seorang pendukung Persib yang meminta anonimitas mengatakan kepada The Jakarta Post bahwa para pendukung Persib telah meminta para penggemar yang ingin memasuki stadion untuk menunjukkan kartu identitas mereka. Haringga punya ID Jakarta, jadi dia dikejar kemudian dipukul sampai mati. Dia dipukul, ditendang dan beberapa alat yang digunakan untuk memukulnya. Dalam video yang beredar luas tentang pembunuhan itu, Haringga terlihat meminta bantuan dari mereka yang memilih untuk diam.

Haringga sama sekali bukan penggemar sepakbola pertama yang dibunuh oleh penggemar sepak bola lainnya. Dan ketika Ketua Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi telah bersumpah bahwa kematiannya akan menjadi yang terakhir, keraguan berlama-lama apakah mantan jenderal militer itu bisa menepati janjinya. Dalam enam tahun terakhir saja, tujuh orang menjadi korban hooliganisme di antara pendukung berat Persija dan Persib. Tapi permusuhan tidak terbatas pada dua musuh bebuyutan, karena hooliganisme sepakbola telah lama mematikan di negara ini.

LSM Save Our Soccer (SOS) telah mencatat 70 kematian dalam sepak bola Indonesia sejak 1995. Menurut data SOS, 21 kematian dari 70, termasuk Haringga, terjadi di tangan massa. Adapun korban yang tersisa, 14 ditikam dengan senjata tajam, 12 jatuh dari kendaraan, 11 dipukuli dengan benda-benda keras, enam meninggal dalam stempel, dua jatuh dari tribun, dua meninggal karena gas air mata, satu meninggal dalam ledakan petasan dan satu lagi tembakan. PSSI telah mencatat 95 kematian terkait sepakbola di Indonesia sejak 2005, jauh lebih tinggi dari perkiraan SOS.

Berikut adalah daftar beberapa tragedi sepakbola di Indonesia

Persija vs Persib, 27 Mei 2012, tiga korban

Tiga pendukung Persib tewas akibat kekerasan massa setelah pertandingan antara Persija dan Persib di Stadion Gelora Bung Karno. Korbannya adalah Rangga Cipta Nugraha, Lazuardi dan Dani Maulana. Rangga ditikam dengan senjata yang tidak diketahui dan, sejak kematian Haringga, kasusnya sering dibesarkan oleh pendukung Persib.

Persita vs. Persikota, 18 April 2011, dua korban

Tiga remaja terjebak dalam kerusuhan antara pendukung Persita dan Persikota di Tangerang. Muhammad Tomi dan Ahmad Hariri meninggal dan Ahmad Badrul Hikam selamat dari insiden itu. Mereka bukan pendukung dari kedua tim dan tidak mengenakan pakaian tim pada saat kejadian, menurut detik.com.

Persibo vs. Persebaya, 10 Maret 2012, lima korban

Lima pendukung Persebaya tewas di kereta menuju ke Bojonegoro untuk pertandingan antara Persibo dan Persebaya. Para pendukung diserang dengan batu di Lamongan, diduga oleh pendukung tim lokal Persela.